MAKALAH
PERMINTAAN TERHADAP FAKTOR FAKTOR PRODUKSI
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Mikro
Dosen Pengampu :
M. Syukron , M.Ei.
Disusun Oleh :
1.
Tuti Reyna Umayah
2.
Yudha Prastiyowati
3.
Nur Annisa
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI PEKALONGAN
Jl. Kusuma Bangsa No. 9 Pekalongan
Tahun 2016
KATA
PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan hidayah Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyusun tugas makalah
yang berjudul “Permintaan Terhadap Faktor Faktor Pruduksi”.
Tugas makalah ini disusun untuk memenuhi syarat salah satu tugas
Ekonomi Mikro. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1.
M. Syukron , M.Ei. selaku dosen pembimbing
2.
Rekan rekan yang selalu mendukung dan membantu ikut serta dalam
pembuatan makalah
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan tugas makalah
ini sangat jauh dari sempurna, maka penulis mengharap kritik dan saran yang
membangun demi perbaikan dan kesempurnaan tugas makalah ini. Untuk itu penulis
mohon maaf yang sebesar besarnya. Mudah mudahan tugas makalah ini dapat menjadi
manfaat bagi yang lainnya.
Penulis,
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Dalam kegiatan memproduksi, pengusaha pengusaha terlebih
dahuluharus memperhatikan keadaan
dipasar barang.
Langkah ini mempunyai dua tujuan , yaitu untuk menentukan jenis
barang yang diinginkan oleh para konsumen. Peninjauan ini memberikan petunjuk
kepada perusahaan tentang jenis barang yang sebaiknya mereka produksikan, dan
untuk menentukan besarnya tingkat produksi yang sebaiknya dicapai, yaitu
tingkat produksi yang akan menghasilkan keuntungan maksimum kepad mereka. Hal
ini melatar belakangi pembuatan makalah, bagaimana menentukan upah tenaga kerja
dalam hubungannya dengan tingkat priduktifitasnya, selain itu kita juga dapat
mengetahui bagaimana menentukan upah dalam suatu peusahaan diberbagai jenis
pasaryaitu pasar persaingan sempurna, pasar monopoli, pasar monopsony dan pasar
monopoli bilateral.
Selain menentukan upah dipasar tenaga kerja, kita juga akan
diperhadapkan dengan penentuan sewa, bunga, dan keuntungan.
1.2
Tujuan dan Manfaat Penulisan
Dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama dalm
kelompok dengan baik.
Memberi pelatihan berbasis kompetensi untuk mengembangkan
keterampilan mengamati dan mendokumentasi semua aspek yang berkaitan dengan
permintaan terhadap factor factor produksi, penentuan upah dipasar tenaga
kerja, serta sewa bunga dan keuntungan.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
PENTINGNYA ANALISIS PENENTUAN HARGA FAKTOR
Sedikit sedikitnya
terdapat dua alasan yang menyebabkan kebutuhan untuk menganalisis permintaan
dan penawaran le atas factor factor produksi, yaitu
a.
Pengalokasian Faktor Produksi
Keinginan
masyarakat adalah tidak terbatas, sedangkan sumber sumber daya yang tersedia
mempunyai kemempuan yang terbatas dalam menghasilkan barang barang yang
diinginkan tersebut. Maka yang dapat diusahakan adalah memaksimumkan produksi
yang dapat diciptakan oleh sumber sumber daya yang tersedia tersebut. Tujuan
ini akan tercapai apabila mereka dapat dialokasikan ke berbagai kegiatan
ekonomi secara optimal, yaitu corak penggunaannya adalah sedemikian rupa
sehingga produksi yang mereka ciptakan mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang
paling maksimum. Juga di dalam setiap perusahaan usaha untuk menciptakan
pengalokasian factor factor produksi yang optimal harus dijalankan. Disatu
pihak, usaha tersebut adalah penting karena tindakan tersebut akan membantu tujuan keseluruhan perekonomian
untuk mengalokasikan sumber sumber daya secara efisien. Dilain pihak, usaha
tersebut adalah perlu karena keuntungan
perusahaan tersebut, dan adakalanya survival perusahaan adalah tergantung
kepada kemampuan perusahaan tersebut untuk menggunakan factor produksi yang
dapat diperolehnya secara efisien.
b.
Penentuan Pendapatan dan Distribusi Pendapatan
Setiap
Faktor produksi yang terdapat dalam perekonomian dimiliki oleh anggota rumah
tangga. Pemiliknya menyediakan factor produksi tersebut untuk digunakanb oleh
para pengusaha dan sebagai balas jasanya mereka akan memperoleh pendapatan.
Tenaga kerja mendapat gaji, tanah memperoleh sewa, modal memperoleh bunga dan
keahlian keusahawan memperoleh keuntungan. Pendapatan yang diperoleh masing
masing jenis factor produksi tersebut tergantung kepada harga dan jumlah masing
masing factor produksi yang digunakan. Contoh, besarnya pendapatan dari sewa
tergantung pada luasnya tananh dam bangunan yang disewakan.
Jumlah
pendapatan yang diperoleh berbagai
factor produksi yang digunakan untuk menghasilkan sesuatu barang adalah sama
dengan harga dari barang tersebut. Dengan demikian, didalam suatu perusahaan,
hasil penjualannya adalah merupakan jumlah dari seluruh pendapatan factor
factor produksi yang digunakan dalm perusahaan tersebut.
Kesimpulannya
adalah bahwa analisis mengenai factor factor produksi meliputi ; menjelaskan
tentang penentuan harga harga factor produksi, menjelaskan tentang pendapatan
dari masing masing factor produksi, dan distribusi pendapatan ke berbagai jenis
factor produksi.
2.
TEORI PRODUKTIVITAS MARJINAL
Teori Produktifitas Marjinal yaitu bagaimana menggunakan suatu
produksi sampai kepada tingkat dimana keuntungan maksimum akan tercapai. Suatu
factor produksi akan menciptakan keuntungan paling maksimum apabila memenuhi
persyaratan berikut ;
Menentukan jumlah factor produksi yang digunakan. untuk memahami
perumusan tersebut, berikut contohnya. Misalkan seorang produsen sedang
mempertimbangkan untuk menggunakan satu unit lagi tambahan factor produksi
tertentu, katakanlah tenaga kerja, dan untuk melaksanakannnya ia harus
mengeluarkan biaya produksi tambahan (yaitu biaya gaji tenaga kerja tersebut)
sebanyak Rp10000. Apakah yang akan dilakukan oleh produsen sekiranya produksi
tambahan yang diciptakan tenaga kerja menambah hasil penjualan sebanyak Rp8000
? sebanyak Rp14000? Atau sebanyak
10000?.
Syarat Pemaksimum Keuntungan, andaikata produsen memperoleh hasil penjualan tambahan sebanyak
Rp8000, keuntungan produsen itu akan berkurang sebanyak Rp 2000 dan ini akan
menyebabkan ia akan membatalkan rencananya. Sebaliknya, apabila ia
memperoleh Rp 14000, keuntungan produsen
itu akan bertambah sebanyak Rp 4000, dan menyebabkannya menggunakan tambahan
factor produksi tersebut . Sekiranya ia hanya menerima hasil penjualan tambahan sebanyak Rp10000 perusahaan tersebut
dapat memilih salah satu dari dua keputusan berikut; membatalkan atau
meneruskan rencananya. Kedua dua keputusan ini tidak mempengaruhi
keuntungannya, tidak bertambah atau berkurang, maka pada tingkat penggunaan
factor produksi tersebut telah mencapai keuntungan yang maksimum. Apabila
penggunaan factor produksi terus ditambah keuntungan akan berkurang. Dan
apabila jumlah tenaga kerja yang digunakan dikurangi, jadi keuntungan akan
berkurang.
3.
PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA DAN PERMINTAAN PRODUKSI
Permintaan Faktor
Dalam
pasar barang yang bersifat tidak sempurna harga akan menjadi semakin rendah
pada tingkat produksi/penjualan barang yang semakin tinggi. Harga yang semakin
rendah ini menyebabkan hasil penjualan total dan hasil penjualan marjinal pada
setiap tingkat penggunaan tenaga kerja adalah lebih rendah dari yang terdapat dalam
pasar persaingan sempurna.
4.
SIFAT PERMINTAAN TERHADAP FAKTOR PRODUKSI
Dalam menerangkan sifat sifat permintaan terhadap faktok-faktor
produksi dua ciri-cirinya akan diterangkan, yaitu (i) permintaan faktor adalah
permintaan terkait dan(ii) kurva permintaan terhadap faktor -faktor produksi
berbentuk menurun dari kiri atas ke kanan bawah.
PERMINTAAN TERKAIT
Seorang konsumen , apabila membeli barang atau jasa, melakukan hal
itu untuk memenuhi kebutuhannya. Seorang konsumen membeli mobil, misalnya,
supaya ia dapat pergi ke kantor dengan mudah, dapat membawa keluarganya
jalan-jalan, dan dapat dengan mudah bepergian ke berbagai tempat apabila hal
itu sewaktu-waktu diperlukan.
Permintaan seorang
pengusaha ke atas factor-faktor produksi mempunyai sifat yang berbeda.
Tujuan para pengusaha untuk
memperoleh factor-faktor produksi bukanlah untuk memenuhi kebutuhannya.
Permintaan tersebut dipengaruhi oleh keinginan pengusaha untuk menghasilkan
barang-barang yang akan dijualnya ke pasar untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Telah ditunjukan bahwa kegiatan pengusaha memproduksi barang bertujuan untuk
memperoleh keuntungan. Maka banyaknya faktor produksi yang akan digunakan
pengusaha tergantung kepada keuntungan yang mungkin diperolehnya. Selama
pertambahan penggunaan sesuatu faktor produksi akan menambah keuntungannya,
lebih banyak factor produksi tersebut akan digunakannya. Oleh karena permintaan
pengusaha ke atas sesuatu factor produksi ditentukan oleh kemampuan factor produksi
tersebut untuk menghasilkan barang yang dapat dijual pengusaha itu dengan menguntungkan,
permintaan factor-faktor produksi dinamakan permintaan terkait atau derived
demand.
BENTUK KURVA PERMINTAAN FAKTOR
Seperti juga dengan permintaan konsumen ke atas sesuatu barang ,
permintaan produsen ke atas sesuatu factor produksi dapat ditinjau dari dua
sudut, permintaan seorang produsen , dan permintaan seluruh produsen dalam
sesuatu pasar faktor . sifat permintaan seorang produsen telah ditunjukan dalam
contoh-contoh di bagian yang terdahulu dari bab ini. Dapat dilihat bahwa kurva
permintaan ke atas faktor produksi bersifat : menurun dari kiri atas ke
kanan bawah. Kurva seperti itu menggambarkan bahwa tinggi harga faktor
produksi, makin sedikit permintaan ke atas factor tersebut.
Permintaan pasar
terhadap sesuatu factor produksi merupakan jumlah dari permintaan seluruh
produsen yang ada dalam pasar factor produksi tersebut. Oleh karena permintaan
seorang produsen tehadap factor produksi berbentuk menurun dari kiri atas ke
kanan bawah, sudah tentulah permintaan pasar (permintaan dari seluruh produsen
) akan mempunyai sifat yang demikian juga. Ini berarti pula bahwa permintaan
pasar terhadap sesuatu factor produksi sifatnya adalah : apabila harga faktor
semakin tinggi, permintaannya akan menjadi semakin rendah. Kurva permintaan
terhadap sesuatu faktor pada umumnya menurun kebawah karena (i) perubahan harga
akan mengubah pendapatan riil pembeli dan perubahan pendapatan riil ini
selanjutnya mempengaruhi permintaannya, (ii) perubahan harga mengubah kepuasan
relatif dari mengkonsumsikan barang itu kalau dibandingkan dengan barang lain.
Permintaan ke atas sesuatu factor produksi digambarkan oleh kurva yang menurun
ke bawah disebabkan oleh tiga faktor berikut :
·
Hubungan yang berbalikan antara harga factor produksi dan
permintaan barang.
·
Sifat substitusi di antara satu produksi dengan factor produksi
lainnya.
·
Hukum hasil lebih yang semakin berkurang.
5.
PERGESERAN KURVA PERMINTAAN FAKTOR PRODUKSI
Terdapat beberap
factor yang dapat menggeser kurva permintaan produsen terhadap factor-faktor
Produksi. Yang terpenting adalah :
a)
Perubahan permintaan ke atas barang yang diproduksikannya.
Telah diuraikan bahwa karena permintaan terhadap factor produksi
merupakan permintaan terkait, perubahan dalam permintaan terhadap suatu barang
yang menyebabkan perubahan dalam produksi akan menimbulkan perubahan dalam
permintaan keatas factor produksi tersebut. Kenaikan permintaan suatu barang
merndorong pengusaha untuk menaikkan produksi, dsan kenaikkan memerlukan lebih
banyak produksi. Sebaliknya, apabila permintaan sesuatu barang berkurang,
pengusaha terpakasa mengurangkan produksi dan permintaan factor produksi.
b)
Perubahan harga dari factor produksi lain yang digunakan
Ada
beberapa factor yang menyebabkan terjadinya perubahan keatas factor produksi
lain yang digunakan Perubahan harga factor produksi lain tersebut merupakan
salah satu sebabnya yang penting. Sekiranya factor produksi lain menjadi
semakin murah, biaya produksi akan dapat diturunkan apabila mereka lebih banyak
digunakan. Ini akan mengurangi penggunaan factor produksi yang harganya tidak
mengalami perubahan.
Kenaikan produktifitas sesuatu
factor produksi lain juga dapat menyebabkan factor produksi itu lebih
banyak digunakan dan mengurangi penggunaan keatas factor produksi yang
produktifitasnya tidak mengalami perubahan.
6.
ELASTISITAS PERMINTAAN FAKTOR PRODUKSI
Sesuatu perubahan harga factor produksi akan menimbulkan akibat
yang berlainan keatas perubahan jumlah berbagai factor produksi yang
digunakan. Ada beberapa factor penting
yang mempengaruhi elastisitas permintaan sesuatu factor produksi , diuraikan
dibawah ini :
a.
Elastisitas Permintaan dari Barang yang Dihasilkan
Penurunan harga
factor produksi menyebabkan pengurangan
keatas biaya produksi, dan ini selanjutnya mendorong perusahaan mengurangi
harga dari barang yang diproduksinya. Pengurangan harga tersebut akan menaikkan
permintaan keatas barang yang dihasilkan. Makin elastis permintaan barang
tersebut, makin besar kenaikkan permintaan yang disebabkan oleh penurunan
harga. Sedangkan pertambahan yang besar keatas permintaan selanjutnya akan
menambah permintaan yang besar pula keatas factor produksi. Dengan demikian, semakin
elastisitas permintaan terhadap barang yang dihasilkan semakin elastisitas pula
permintaan terhadap factor produksi.
b.
Perbandingan antara biaya factor produksi dengan biaya total
Untuk
meliahat bagaimana hal ini mempengaruhi elastisitas permintaan terhadap factor
produksi, perhatikan perbandingan berikut : (i) disuatu perusahaan , sebanyak
50% dari biaya produksi sesuatu barang terdiri dari pembayaran kepada sesuatu
factor produksi, dan (ii) disuatu perusahaan lain hanya sebanyak 10% dari biaya
produksi digunakan untuk membayar factor produksi yang sama. Permintaan keatas
factor produksi dari perusahaan manakan yang elastis ?
Untuk memperoleh jawabannya, akan
diperhatikan akibat perubahan harga factor produksi terhadap biaya produksi,
ismalnya harga factor produksi itu naik sebanyak 25%. Untuk perusahaan yang
biaya produksinya seperti yang dinyatakan dalam (i), kenaikkan tersebut akan
menaikkan biaya produksinya sebanyak 12,5%. Tetapi untuk perusahaan yang biaya
produksinya dinyatakan dalam (ii), kenaikan harga factor produksi tersebut
hanya akn menaikkan biaya produksi sebanyak 2,5%. Oleh karena biaya produksi
akan mempengaruhiharga, maka harga barang yang dihasilkan perusahaan pertama akan
mengalami kenaikkan yang lebih tinggi dari harga bartang yang dihasilkan oleh
perusahaan kedua. Sebagai akibatnya permintaan terhadap barang yang diproduksi
perusahaan pertama mengalami penurunan yang lebih besar daripada permintaan
terrhadap barang yang diproduksi perusahaan kedua. Penurunan permintaan factor
produksi, seperti telah ditunjukkan sebelum ini, akan mengalami perubahan yang
sama sifatnya dengan perubahan permintaan terhadap barang yang dihasilkan..
Dari keadaan ini dapat disimpulkan bahwa semakin besar bagian dari biaya
produksi total yang dibayarkan kepada suatu factor produksi, semakin lebih
elaastis permintaan factor produksi tersebut.
c.
Tingkat Penggantian diantara Factor Produksi
Untuk
memperoleh suatu barang biasanya diperlukan beberapa jenis factor produksi, dan
untuk mencapai suatu tingkat produksi tertentu, terdapat beberapa gabungan
factor produksi tang dapat dipilih. Andaikata diinginkan mencapai suatu tingkat
produksi beras tertentu, sebagai contoh berbagai cara produksi dapat digunakan
yaitu menguurangi tenaga kerja dan menggunakan lebih banyak pupuk, dsb. Oleh
karena terdapat kemungkinan untuk mengganti suatu factor produksi dengan factor
produksi lainnya, perubahan harga suatu factor produksi akan menimbulkan
pengauh yang berbeda terhadap permintaannya. Apabila terdapat banyak factor
produksi lain yang menggantikannya, permintaan terhadap factor produksi
tersebut akan menurun kalau harganya naik, dan akan mengalami pertambahan yang
banyak pada waktu harganya menurun. Tetapi apabila tidak banyak factor produksi
yang dapat menggatikannya, kenaikkan atau penurunan harga produksi tersebut
tidak mengubah jumlah yang diminta. Maka secara umun dapat diartikan bahwa
semakin banyak factor factor produksi lainnya yang dapat menggatikan suatu
produksi , semakin elastis permintaan keatas factor produksi tersebut.
d.
Tingkat Penurunan Produksi Fisik Marjinal
Hasil penjualan
produksi marjinal sangat dipengaruhi oleh produksi fisik marjinal. Penurunan
yang cepat ke atas MPP akan diikuti oleh penurunan yang cepat pula keatas MRP.
Sebaliknya apabila MPP mengalami penurunan yang lambat maka MRP juga lambat
sifat penurunannya. Telahpun digambarkan bahwa kurva MRP menggambarkan juga
permintaan terhadap factor produksi. Ini berarti produksi fisik marjinal sangat
mempengaruhi permintan keatas factor produksi, yaitu semakin cepat penurunan
produksi fisik marjinal semakin tidak elastis permintaan terhadap factor
produksi yang bersangkutan.
BAB II
PENUTUP
3.
Teori Produksi menjelaskan tentang ciri permintaan terhadap
permintaan produksi dan penentuan harga factor produksi. Analisis ini akan
menerangkan bagaimana harga factor produksi dan jumlah factor produksi yang
akdigunakan ditentukan. Analisis ini juga menerangkan syarat yang perlu dicapai
untuk memaksimumkan keuntungan.
DAFTAR PUSTAKA
Sukirno, Sadono.2009. Mikro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta:
Rajawali Pers